Pujangga…
Mengapa aku
terlahir sebagai pengaummu
tanpa bisa
merasakan indahnya hidup bersamamu.
Bahagia
untukku bisa mencintaimu tanpa engkau cintai,
walaupun
disini aku telah banyak melelehkan lilin – lilin waktu berharap engkau menjamah
hatiku, suatu saat meski aku kan mencintaimu hingga ujung nafasku yang telah
menguap…
(Novisal
Bahar)
Mencari
Sejatiku
Ku ayunkan
langkah kaki ini
Perlahan
menyusuri jejak-jejak waktu
Mencoba
merekam kembali lembaran - lembaran hari yang
telah lam
aber lalau
sering kali
jiwa terlena
serning
kali raga ini terluka
sering juga
suara hati bertanya
dapatkah
langkah ini dapt menapaki jejaklangkah esok..?
dapatkah
kaki ini terus kokoh dalam mengayun padabumi yang kupijak..?
ku tatap
hamparan persada di atas samayang luas seakan tak adayang berawal…
seakan tak
ada yang berawal…
demikian
sangat luasnya hingga dapat ku dapati diri ini hanya setitik hitam…
membawa
hati terlamun dalam balutan sedih…
sering akal
pikiran berkata seenak benaknya…
seringkalinya
bermain sekehendak hasratnya…
dalamcarut
marut sketsa dalam gambar yang bergerak…
kucoba untuk
terus menemukan tambahan hati sejatiku…
yang akan
mengerti siapadiriku dan setiamenemaniku
di setiap
langkahku..
(Novisal
Bahar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar