Media
pembelajaran adalah salah satu factor yang berpengaruh pada hasil belajar
siswa, karena melalui media, penyampaian materi pembelajaran dapat menarik
minat belajar dan berdampak efektif jika dikemas dengan sebaik-baiknya.
Salah satu
masalah yang di hadapkan pada media pembelajaran adalah rasa bosan siswa
terhadap materi dan materi mudah hilang dari ingatan siswa. Masalah ini sering
ditemukan pada mata pelajarang sejarah, oleh karena itu kita harus mensiasatinya
dengan media yang sesuai dengan siafat manusiawi peserta didik agar dapat
diterima dengan mudah salah satunya dengan media komik. Komik yang fungsi dasarnya sebagai hiburan dapat kita inovasi
menjadi media pembelajaran, dalam dunia pendidikan komik dapat dirancang sesuai
dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menyampaikan materi pelajaran pada peserta didik. Salah satunya yang paling
efektif adalah materi pelajaran sejarah.
Komik akan
afektif bila digunakan untuk menyampaikan materi sejarah adalah karena :
1.
Materi sejarah
memiliki unsur kronologis yang dapat di ilustrasikan melalui cerita yang dapat
dituangkan dalam komik.
2.
Materi sejarah
akan mumudah diingat kerena dalam cerita akan dikolerasikan dengan sentuhan unsur
seni, yakni seni drama dan jika pembuat komik jika cerdas ia bisa memasukan
unsur lawak tanpa merubah isi sejarah. Unsur seni dimasukkan agar dapat mudah diterima
oleh kekuatan otak manusia terutama untuk mrangsang otak kanan yang memiliki
memori jangka panjang. Hal ini sesuai dengan tesis yang dikemukakan Plato "Art should be the basic of education". Seni seharusnya menjadi dasar pendidikan, ujarnya.
Gema dan relevansi pernyataan ini masih sterasa sampai saat ini, khususnya
dalam pelaksanaan pendidikan seni di sekolah umum. Dalam perspektif pendidikan,
seni dipandang sebagai salah satu alat atau media untuk
memberikan keseimbangan antara intelektualitas dengan sensibilitas,
rasionalitas dengan irrasionalitas, dan akal pikiran dengan kepekaan emosi,
agar manusia 'memanusia'. Bahkan, dalam batas-batas tertentu, menjadi sarana
untuk mempertajam moral dan watak.
3.
Komik dapat
melatih kebiasaan membaca
4.
Komik dapat
melatih daya imajinasi pembaca
Konsep pembuatan
komik ini adalah seperti komik biasa pada
umumnya, tokoh sejarah dapat digambar dalam bentuk kalikatur, realis,agar lebih
persuasiv atau yang lainnya selama wajah sang tokoh masih dapat dikenali,
begitu pula dengan penyusunan kata-katanya. Isi cerita ditulis sehidup mungkin yang
melibatkan imajinasi pembuatnya tannpa merubah isi, isi sejarah yang berkaitan
dengan data misalkan tanggal kejadian sejarah, nama nama tokoh di buat seringan
mungkin untuk dibaca, misalkan: penulisannya diperbesar dan lain sebagainya. Sehingga
dalam pembuattannya membutuhkan kreatifitas yang tinggi dari pembuatnya.
perang dunia)
.
Kelebihan dari media komik dari perspektif kriteria
pemilihan media pembelajaran adalah :
1.
Karena termasuk
media grafis, biaya pembuatan komik tidak mahal, karena hanya membutuhkan
desain dan modal untuk pencetakan
2.
Pembuatan relative
mudah jika ditangi oleh ahli pembuat komik yang memiliki bakat seni menggambar.
3.
Komik sangat
efektif dan efisien karena komik dapat merubah mindset siswa yang semula menganggap materi
sejarah sebagai beban berubah menjadi sebuah hiburan sehingga mereka lebih
senag membacanya kapnpun dimanapun walaupu bukan waktu belajar
4.
Sesuai dengan
kemampuan guru, sebab guru hanya perlu memahami isi komik, dan penyampaian
pesan mudah
5. Sesuai dengan
taraf berfikir anak, karena anak – anak dalam masa pengembangan imajinasi.
. Reverensi :
http://sitihayati03.blogspot.com/2011/12/pertemuan-ke-5.html
http://adnaneternality.blogspot.com/2012/04/beberapa-definisi-dan-pengertian-kata.html
http://sitihayati03.blogspot.com/2011/12/pertemuan-ke-5.html
http://adnaneternality.blogspot.com/2012/04/beberapa-definisi-dan-pengertian-kata.html
