Selasa, 06 Mei 2014
Senin, 28 April 2014
Mata Air Gunung Surowiti Panceng, Gresik
Mata
Air Gunung Surowiti Panceng, Gresik
Assalamualaikum Wrahmatullahi Wabarakaatuh para
dulur sederek sedoyo, kali
ini saya sedikit bercerita
tentang sebuah mata
air di gunung surowiti. Berikut ceritanya
Gunung Surowiti
itulah nama sebuah
bukit kapur yang biasa kami kenal sebagai warga Gresik, pada dasarnya
gunung surowiti adalah salah
satu perbukitan kapur yang
ada di kabupaten Gresik Jawa timur
sebagai daerah pantai
utara, tepatnya di kecamatan Panceng, Kelurahan Sirowiti. Di bukit surowiti terdapat sebuah mata air
pancaran airnya takpernah kering, mata air ini menjadi satu-satunya sumber air di
sebuah desa kecil yang bernama
desa Selodingin yang
berada di kaki bukit, hal ini di sebabkan kareana di desa tersebut tidak ada satupun
sumber
air lain yang dapat diperoleh,
meskipun telah berkali-kali dilakukan usaha pengeboran sumur namun
usaha tersebut tetap gagal
menenmukan sumber mata
air sehingga sampai
saat ini hanya
mata air itulah
yang dijadikan sumber
mata air oleh
warga desa Selodingi.
Mata air di
bukit Surowiti ini menurut crita warga
setempat, mata air ini berasa dari tancapan
sebatang bambu yang ditancapkan oleh
Sunan Kalijaga yang kemudian dari bawah
tancapan bambu tersebut keluar pancaran air yang
terus mengalir sampai sekarang dan sebatang
bambu yang di tancapkan oleh Sunan
Kalijaga tersebut tumbuh menjadi pohon bambu dan saat ini
berkembang menjadi segerombol
atau sekeluarga pohon bambu atau biasa
kami sebut “Barongan”
Oke Dulur,… singkat kata sampai sekarang
dari bawah barongan tetap terpancar mata air
kalu nggak percaya datang saja langsung ke gresik… haha. Sampai disini dulu dulur
kurang lebihnya kulo nyuwon
pangapunten, kritik dan
saran sangat kami
harapkan matur suwon Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
.
Selasa, 22 April 2014
Senin, 03 Maret 2014
Puisi
Mencari
Sejatiku
Ku ayunkan
langkah kaki ini
Perlahan
menyusuri jejak-jejak waktu
Mencoba
merekam kembali lembaran - lembaran hari yang
telah lam
aber lalau
sering kali
jiwa terlena
serning
kali raga ini terluka
sering juga
suara hati bertanya
dapatkah
langkah ini dapt menapaki jejaklangkah esok..?
dapatkah
kaki ini terus kokoh dalam mengayun padabumi yang kupijak..?
ku tatap
hamparan persada di atas samayang luas seakan tak adayang berawal…
seakan tak
ada yang berawal…
demikian
sangat luasnya hingga dapat ku dapati diri ini hanya setitik hitam…
membawa
hati terlamun dalam balutan sedih…
sering akal
pikiran berkata seenak benaknya…
seringkalinya
bermain sekehendak hasratnya…
dalamcarut
marut sketsa dalam gambar yang bergerak…
kucoba untuk
terus menemukan tambahan hati sejatiku…
yang akan
mengerti siapadiriku dan setiamenemaniku
di setiap
langkahku..
(Novisal
Bahar)
Puisi
Perpisahan
ini
Mengertilah
sejatinya aku menyayangimu
Pahamilah, sejujurnya aku membutuhk
Rasakanlah
getaran cinta yang masih tersimpan dalam sanubariku
Sadarilah
hidup tak selamanya indah untukmu dan buatku
Menangislah
ku tau kau mencintaiku
Tersnyumlah
karna hatiku tetap menjadi milikmu
Tertawalah
karana tawamu adalh kebahagiaanku
Renungkanlah
aku pergi demi kebahagiaanmu.
Perpisaha
ini memang menyakitkan
Tapi inilah
kenyataannya
Tak ada
yang sanggup abadikan
Semoga kita
nanti disatukan tuhan.
Brdoa …
Tegar…
Sabar…
Dan ikhlas,
kini yang aku lakukan.
(Novisal
Bahar)
Langganan:
Postingan (Atom)








