Selasa, 18 Februari 2014

puisi negara yang kelam



Negeri Yang Kelam

Hamparanawan hitam
Bergelayut menaungi negeri yang kelam
Cahaya pun taklagiada
Semua tertutup ambisi penguasa
Rakyat tak lagi berdaya menahan gejolak yang ada
Hanya nasi aking tuk menyambung hidup
Ketika harapan telah redup
Entah kenapa
Negeri yang kaya
Negeri yang penuh dengan sumber daya
Tergolek lemah dengan gejolak ekonomi dunia
Sengsara sungguh sengsara
Jika yang ada ambisi tuk jadi penguasa
Pak hakim bukanlah penegak keadilan
Ini bukanlah sekedar bualan
Karena pak hakim kini jadi ladang penyuapan
Bunuh… bunuh… dan bunuh…
Inilah semboyan dihati yang angkuh
Nyawa tak lagi ada artinya
Saat senjata kini di depan mata
Nyawa pun jadi taruhannya
Di bunuh atau membunuh
Apakahini yang kautuju
Taksadarkah mereka juga saudaramu
Nilai kesopanan bangsa yang dahulu mendunia
Kini….
Hilang menjadi kebrutalan yang tiadatara
Indonesiaku…
Bangsa yang beragama
Berlandaskan ketuhanan yang maha Esa dan norma yang ada
Tapi kenapa….
Hal itu jadi penghias dinding belaka
Wahai pelajar
Kalian harus sadar
Cita-cita bangsa ada di tangan kita
Jangan biarkan cita-cita bangsa kita pudar
Yakinlah mentari akan bersinar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar