KESENIAN TRADISI DAN
GENERASI MUDA SAAT INI
Dewasa ini kesenian tradisional kurang mendapatkan
hati dikalangan penikmat, terlebih-lebih penikmat muda. Mengapa demikian?
Banyak alasan yang dikemukakan terhadap masalah itu. Jika diuraikan secara
rinci, hal-hal tersebut disebabkan: (1) kesenian tradisional tidak sesuai
dengan dinamika anak muda, (2) bentuk kesenian tradisional sangat statis dan
(3) kesenian tradisional tidak mampu menjawab persoalan manusia modern. Hal
tersebut diatas cukup memprihatinkan, mengingat bahwa kesenian tradisi
merupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan identitas negara Indonesia yang
kaya akan ragam seni dan budaya. Jika dilihat dari berbagai sudut pandang,
kesenian tradisi membawa nilai edukatif dan berdampak banyak pada sisi karakter
orang Indonesia yang terkenal akan keramahan dan menjunjung tinggi nilai
etika/tata krama. Contohnya saja pada beberapa kesenian manganan atau sedekah
bumi yang biasa juga diselingi dengan tari-tarian lokal atau wayangan semalam
suntuk. Di dalam upacara sedekah bumi terdapat nilai-nilai positif seperti, senantiasa
mendekatkan diri dan mengingat Yang Maha Kuasa, menjaga dan melestarikan alam
sebagai wujud syukur akan hasil panen dan
hasil bumi lainya, nilai sosialisasi antar sesama dan saling menghargai.
Dengan mencintai dan melestarikan kesenian tradisi, hal ini secara tidak
langsung telah menanamkan beberapa nilai baik tadi pada tiap karakter individu.
Sayangnya, generasi muda saat ini
hanya sedikit yang berminat untuk melestarikan kesenian-kesenian tradisi,
bahkan berkesan menjauhinya dan malu walaupun sekedar melihat pertunjukan atau
kesenian tradisi. Enggannya generasi muda untuk melestarikan kesenian tradisi
banyak memberikan dampak. Seperti mulai menurunya identitas bangsa karena para
generasi muda lebih bangga dengan kebudayaan asing dan produk-produk dari luar
negeri. Menurunya rasa kesatuan dan persatuan. Menurunya moralitas dan etika,
didalam kesenian tradisi mengandung hal-hal yang banyak menyangkut dan
menjunjung etika dan tata krama serta masih banyak lagi dampak lainya.
Dari
uraian alasan mengapa kesenian tradisi kurang diminati, sebenarnya para
seniman, tokoh, dan pemerintah telah mengupayakan agar generasi muda tidak
melupakan kesenian tradisi. Seperti mengontemporerkan antara kesenian tradisi
dan modern dengan lebih menonjolkan tradisi, banyak mensosialisasikan dan
menampilkan kesenian-kesenian tradisi di setiap acara, baik di situasi formal
maupun hiburan masyarakat, serta masih banyak lagi hal yang diupayakan agar
kesenian tradisi tidak tergerus oleh zaman. Akan tetapi, sebesar apapun usaha
pemerintah dan para seniman untuk menggiatkan kesenian tradisi bila hanya
berjalan searah dan tidak diimbangi oleh kesadaran, niat dan kesungguhan dari
para generasi muda, tentunya akan berjalan sia-sia, sehingga kekayaan seni dan
budaya Indonesia yang amat luar biasa ini bukan tidak mungkin akan hilang
ditelan zaman. Jadi, sudah saatnya untuk para generasi muda sebagai generasi
penerus untuk berperan aktif dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan
kesenian tradisi dengan disesuaikan perkambangan zaman. Sehingga aset
terpenting dan jati diri bangsa Indonesia ini akan tetap ada dan berkembang
sebagai kesenian dan kepribadian bangsa yang adiluhung dan abadi.( Ilham
Galih W.)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar