Rabu, 19 Februari 2014

Pengaruh Dan Penggunaan Musik Dalam Kemiliteran



Pengaruh Dan Penggunaan Musik Dalam Kemiliteran
          Dalam sejarah perkembangan kehidupan manusia, tentu tak akan terlepas dari peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah. Peristiwa-peristiwa tersebut seakan menjadi sebuah catatan abadi kehidupan umat manusia. Di setiap peperangan, menang atau kalah tentu faktor utama ada dalam kematangan strategi dan kesiapan para prajurit perang atau dalam masa modern disebut pasukan militer.  Dalam kenyataanya, Perang dan musik hadir berdampingan sebagai sebuah kenyataan sejarah yang tentunya tak akan bisa dipisahkan. Lalu pertanyaan  yang  muncul adalah sejauh apa musik dapat berperan dan bagaimana penggunaanya dalam pasukan perang zaman dahulu dan kemiliteran saat ini? Jika kita menengok masa lampau maka tentu akan mengingat salah satu perang besar yang pernah ada dalam sejarah. Sekitar 3400 tahun yang lalu ketika bangsa Israel berjalan kaki menyeberangi sungai Yordan untuk menguasai Kanaan. Yerikho adalah salah satu kota di Kanaan. Ia merupakan kota benteng, karena kota seluas 4 hektar ini dikelilingi tembok setinggi 14 meter dengan ketebalan 6 meter. Karenanya, Yerikho adalah kota tak terkalahkan. Tembok Yerikho pada akhirnya memang runtuh, dan bala tentara Israel berhasil menguasai kota tersebut. Tapi musiklah yang melakukannya, bukan pedang atau batu. Lalu bagaimana caranya? Pasukan Israel berjalan kaki mengelilingi tembok Yerikho sebanyak sekali dalam sehari dan dilakukan selama enam hari berturut-turut sambil meniup sangkakala. Di hari ketujuh, sangkakala ditiupkan selama tujuh putaran, dan di putaran yang terakhir seluruh bangsa bersorak kencang bersama lengkingan sangkakala. Dan runtuhlah Yerikho.
Dimasa lampau penggunaan alat musik militer dapat digunakan di medan pertempuran, latihan dan di situasi kerajaan. Musik militer istana biasa disebut Chwita. Chwita berfungsi untuk menyambut kedatangan raja yang pulang dari perjalanan dan juga untuk menyambut utusan asing atau pawai militer. Lain lagi dalam setiap peperangan, biasanya menggunakan alat musik trompet, Trompet sebagai salah satu alat penting dalam perang. Alasannya, trompet memiliki suara yang tajam dan bertenaga, tidak tenggelam dalam gaduhnya perang. Sedang flute dan drum, sangat bagus untuk melatih kedisiplinan dalam baris berbaris atau memerintahkan pergerakan dalam peperangan atau sarana komunnikasi antara jendral dengan tentaranya, sedangkan bunyi dan ritme genderang disini bermacam-macam sesuai dengan perintah yang diberikan sang jenderal kepada penabuh genderang, ada ritme untuk menyerang, ada ritme untuk bertahan, dan ada pula ritme untuk mundur. Musik juga dapat membangkitkan semangat juang para prajurit. Dalam setiap kesatuan pasukan pasti mempunyai lagu penyemangat yang selalu mereka nyanyikan untuk meningkatkan dan membangkitkan semangat dalam peperangan. Sehingga musik dapat digunakan untuk membantu strategi dalam berperang dan juga berperan terhadap keberhasilan peperangan.
Hampir sama dengan zaman dahulu, di masa ini prajurit perang biasa disebut dengan pasukan militer. Pasukan militer menggunakan musik untuk berbagai keperluan dan mampu memberikan banyak pengaruh. Sebagian besar musik militer berupa Mars dan Hymne. Hymne dalam bahasa Yunani diartikan untuk penghormatan dan pemujaan terhadap dewa, para pahlawan atau tokoh pemimpin terkemuka. Dalam perang dunia II, lagu Hymne dipakai kemiliteran Inggris untuk diperdengarkan kepada pasukan militer guna memotivasi moral prajurit di medan pertempuran dan meningkatkan jiwa Nasionalisme. Contoh lagu hymne yang biasa diperdengarkan dalam kegiatan kemiliteran di Indonesia seperti Mengheningkan Cipta, Syukur, Gugur Bunga dan masih banyak lagi. Penggunaan lagu hymne dalam kegiatan militer berbanding lurus dengan penggunaan lagu Mars. Mars adalah musik dengan irama cepat berfungsi untuk membangkitkan semangat pasukan dengan gerak langkah serempak dalam prosesi militer yang rapi biasanya untuk mengiringi parade atau prosesi. Musik mars merupakan ornamentasi  irama drum dalam tempo cepat, dengan aksen yang kuat dikembangkan kedalam frase kunci mayor. Lagu mars dapat di tulis dalam birama genap 2/4, 4/4, tetapi kadang-kadang dalam birama 6/8 atau 2 (genap) x 3/8 dengan tempo cepat. Mars militer dapat dibagi menjadi empat kategari: mars pemakaman, mars lambat (75 ketuk per menit), mars cepat (109 hingga 128 ketukan permenit, mars cepat ganda (140 hingga 150 ketukan per menit. Perkembangan awal korps musik militer modern yang terdiri dari instrumen musik tiup logam, tiup kayu dan perkusi. Kini musik mars biasa diiringi dengan iringan Marching Band yang dimainkan sendiri oleh prajurit-prajurit militer terpilih. Pemanfaatan musik pernah digunakan oleh cina melawan korea pada tahun 1950-1953. Kala itu cina kekurangan alat musik modern seperti radio untuk berkomunikasi dan kemudian menggunakan musik sebagai alternatifnya. Di Amerika, tentara pemusik adalah elemen terpenting dalam kemiliteran, sehingga berada dalam struktur organisasi kemiliteran. Sedemikian pentingnya tentara pemusik, didirikanlah sebuah tempat pelatihan musik bagi para tentara di Governor’s Island, New York, bernama School of Practice for U.S.A Field Musicians. Di kemiliteran saat ini, fungsi penggunaan alat musik dalam kegiatan latihan sehari-hari biasa di pegang pemain drum yang memiliki fungsi mendasar pada regu tentara karena diperlukan untuk memangil prajurit dalam membentuk formasi, atau untuk tujuan lain seperti untuk tanda bangun di pagi hari, sebagai panggilan untuk memberi laporan, berkumpul, sampai penugasan tentara yang giliran berjaga.
Dalam kemiliteran, musik tentu memiliki berbagai fungsi dan pengaruh. Baik secara individu prajurit, maupun secara kelompok atau kesatuan. Yang pertama adalah fungsi komunikasi, musik dipakai dalam memandu baris berbaris, memberi komando di medan perang, atau sinyal panggilan di perkemahan. Fungsi rekreasi, musik biasa digunakan para tentara sebagai sarana hobi atau mengekspresikan diri sebagai hiburan agar terhindar dari rasa bosan, tegang, stress dan berbagai gangguan mental lainya terutama saat di tempat latihan yang jauh dan perang sesungguhnya. Musik, sesuai dengan susunan interval dan ritmenya memiliki refleksi khusus yang bisa merangsang sel-sel saraf sehingga perasaan manusia bisa diperlemah, diperkuat ataupun dialihkan. Musik bertema semangat merupakan jenis musik yang bisa membangkitkan reaksi kuat dan cepat yang disertai dengan tanggapan fisiologis sehingga membantu kesigapan setiap prajurit militer. Dengan pola ritmis yang menggebu dalam musik militer dapat membangkitkan semangat orang yang lesu, merangsang sirkulasi darah dan membangkitkan kekuatan tubuh. Musik dengan pola melodi yang jernih, dapat menyegarkan perasaan dan membantu melepaskan tekanan. Selanjutnya fungsi sebagai senjata psikologis, musik berkontribusi untuk membangkitkan patriotisme, moral, kekuatan, semangat, dan perasaan senasib. Sehingga dengan adanya musik di suatu badan kemiliteran atau pasukan perang zaman dahulu, telah banyak memberikan banyak kontribusi positif terhadap proses latihan dan suatu peperangan-peperangan besar dalam sejarah. Sehingga pada zaman sekarang ini, tidak mengherankan jika musik dalam suatu lembaga militer memegang peranan amat penting dan fungsinya terus diperluas dan senantiasa dikembangkan dengan tujuan yang lebih baik kedepanya melalui sarana musik tersebut untuk turut serta membantu menjaga keutuhan negara.( Ilham Galih W.)


3 komentar: