Pengaruh Dan Penggunaan
Musik Dalam Kemiliteran
Dalam
sejarah perkembangan kehidupan manusia, tentu tak akan terlepas dari
peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah. Peristiwa-peristiwa
tersebut seakan menjadi sebuah catatan abadi kehidupan umat manusia. Di setiap
peperangan, menang atau kalah tentu faktor utama ada dalam kematangan strategi
dan kesiapan para prajurit perang atau dalam masa modern disebut pasukan
militer. Dalam kenyataanya, Perang dan
musik hadir berdampingan sebagai sebuah kenyataan sejarah yang
tentunya tak akan bisa dipisahkan. Lalu pertanyaan yang
muncul adalah sejauh apa musik dapat berperan dan bagaimana penggunaanya
dalam pasukan perang zaman dahulu dan kemiliteran saat ini? Jika kita menengok
masa lampau maka tentu akan mengingat salah satu perang besar yang pernah ada
dalam sejarah. Sekitar 3400 tahun yang lalu ketika bangsa Israel berjalan kaki
menyeberangi sungai Yordan untuk menguasai Kanaan. Yerikho adalah salah satu
kota di Kanaan. Ia merupakan kota benteng, karena kota seluas 4 hektar ini
dikelilingi tembok setinggi 14 meter dengan ketebalan 6 meter. Karenanya,
Yerikho adalah kota tak terkalahkan. Tembok Yerikho pada akhirnya memang
runtuh, dan bala tentara Israel berhasil menguasai kota tersebut. Tapi musiklah
yang melakukannya, bukan pedang atau batu. Lalu bagaimana caranya? Pasukan
Israel berjalan kaki mengelilingi tembok Yerikho sebanyak sekali dalam sehari
dan dilakukan selama enam hari berturut-turut sambil meniup sangkakala. Di hari
ketujuh, sangkakala ditiupkan selama tujuh putaran, dan di putaran yang
terakhir seluruh bangsa bersorak kencang bersama lengkingan sangkakala. Dan
runtuhlah Yerikho.
Dimasa lampau penggunaan alat musik militer dapat digunakan di medan
pertempuran, latihan dan di situasi kerajaan. Musik militer istana biasa
disebut Chwita. Chwita berfungsi untuk menyambut kedatangan raja yang pulang
dari perjalanan dan juga untuk menyambut utusan asing atau pawai militer. Lain
lagi dalam setiap peperangan, biasanya menggunakan alat musik trompet, Trompet
sebagai salah satu alat penting dalam perang. Alasannya, trompet memiliki suara
yang tajam dan bertenaga, tidak tenggelam dalam gaduhnya perang. Sedang flute dan
drum, sangat bagus untuk melatih kedisiplinan dalam baris berbaris atau
memerintahkan pergerakan dalam peperangan atau sarana komunnikasi antara
jendral dengan tentaranya, sedangkan bunyi dan ritme genderang disini bermacam-macam
sesuai dengan perintah yang diberikan sang jenderal kepada penabuh genderang,
ada ritme untuk menyerang, ada ritme untuk bertahan, dan ada pula ritme untuk
mundur. Musik juga dapat membangkitkan semangat juang para prajurit. Dalam
setiap kesatuan pasukan pasti mempunyai lagu penyemangat yang selalu mereka
nyanyikan untuk meningkatkan dan membangkitkan semangat dalam peperangan. Sehingga
musik dapat digunakan untuk membantu strategi dalam berperang dan juga berperan
terhadap keberhasilan peperangan.
Hampir sama dengan zaman dahulu, di masa ini prajurit perang biasa disebut
dengan pasukan militer. Pasukan militer menggunakan musik untuk berbagai
keperluan dan mampu memberikan banyak pengaruh. Sebagian besar musik militer
berupa Mars dan Hymne. Hymne dalam bahasa Yunani diartikan untuk penghormatan
dan pemujaan terhadap dewa, para pahlawan atau tokoh pemimpin terkemuka. Dalam
perang dunia II, lagu Hymne dipakai kemiliteran Inggris untuk diperdengarkan
kepada pasukan militer guna memotivasi moral prajurit di medan pertempuran dan
meningkatkan jiwa Nasionalisme. Contoh lagu hymne yang biasa diperdengarkan
dalam kegiatan kemiliteran di Indonesia seperti Mengheningkan Cipta, Syukur,
Gugur Bunga dan masih banyak lagi. Penggunaan lagu hymne dalam kegiatan militer
berbanding lurus dengan penggunaan lagu Mars. Mars adalah musik dengan irama
cepat berfungsi untuk membangkitkan semangat pasukan dengan gerak langkah
serempak dalam prosesi militer yang rapi biasanya untuk mengiringi parade atau
prosesi. Musik mars merupakan ornamentasi
irama drum dalam tempo cepat, dengan aksen yang kuat dikembangkan
kedalam frase kunci mayor. Lagu mars dapat di tulis dalam birama genap 2/4,
4/4, tetapi kadang-kadang dalam birama 6/8 atau 2 (genap) x 3/8 dengan tempo
cepat. Mars militer dapat dibagi menjadi empat kategari: mars pemakaman, mars
lambat (75 ketuk per menit), mars cepat (109 hingga 128 ketukan permenit, mars
cepat ganda (140 hingga 150 ketukan per menit. Perkembangan awal korps musik
militer modern yang terdiri dari instrumen musik tiup logam, tiup kayu dan
perkusi. Kini musik mars biasa diiringi dengan iringan Marching Band yang
dimainkan sendiri oleh prajurit-prajurit militer terpilih. Pemanfaatan musik
pernah digunakan oleh cina melawan korea pada tahun 1950-1953. Kala itu cina
kekurangan alat musik modern seperti radio untuk berkomunikasi dan kemudian
menggunakan musik sebagai alternatifnya. Di Amerika, tentara pemusik adalah
elemen terpenting dalam kemiliteran, sehingga berada dalam struktur organisasi
kemiliteran. Sedemikian pentingnya tentara pemusik, didirikanlah sebuah tempat
pelatihan musik bagi para tentara di Governor’s Island, New York, bernama
School of Practice for U.S.A Field Musicians. Di kemiliteran saat ini, fungsi
penggunaan alat musik dalam kegiatan latihan sehari-hari biasa di pegang pemain
drum yang memiliki fungsi mendasar pada regu tentara karena diperlukan untuk
memangil prajurit dalam membentuk formasi, atau untuk tujuan lain seperti untuk
tanda bangun di pagi hari, sebagai panggilan untuk memberi laporan, berkumpul,
sampai penugasan tentara yang giliran berjaga.
Dalam kemiliteran, musik tentu memiliki berbagai fungsi dan pengaruh.
Baik secara individu prajurit, maupun secara kelompok atau kesatuan. Yang
pertama adalah fungsi komunikasi, musik dipakai dalam memandu baris berbaris,
memberi komando di medan perang, atau sinyal panggilan di perkemahan. Fungsi
rekreasi, musik biasa digunakan para tentara sebagai sarana hobi atau
mengekspresikan diri sebagai hiburan agar terhindar dari rasa bosan, tegang,
stress dan berbagai gangguan mental lainya terutama saat di tempat latihan yang
jauh dan perang sesungguhnya. Musik, sesuai dengan susunan interval dan
ritmenya memiliki refleksi khusus yang bisa merangsang sel-sel saraf sehingga
perasaan manusia bisa diperlemah, diperkuat ataupun dialihkan. Musik bertema
semangat merupakan jenis musik yang bisa membangkitkan reaksi kuat dan cepat
yang disertai dengan tanggapan fisiologis sehingga membantu kesigapan setiap
prajurit militer. Dengan pola ritmis yang menggebu dalam musik militer dapat
membangkitkan semangat orang yang lesu, merangsang sirkulasi darah dan
membangkitkan kekuatan tubuh. Musik dengan pola melodi yang jernih, dapat
menyegarkan perasaan dan membantu melepaskan tekanan. Selanjutnya fungsi sebagai
senjata psikologis, musik berkontribusi untuk membangkitkan patriotisme, moral,
kekuatan, semangat, dan perasaan senasib. Sehingga dengan adanya musik di suatu
badan kemiliteran atau pasukan perang zaman dahulu, telah banyak memberikan
banyak kontribusi positif terhadap proses latihan dan suatu
peperangan-peperangan besar dalam sejarah. Sehingga pada zaman sekarang ini,
tidak mengherankan jika musik dalam suatu lembaga militer memegang peranan amat
penting dan fungsinya terus diperluas dan senantiasa dikembangkan dengan tujuan
yang lebih baik kedepanya melalui sarana musik tersebut untuk turut serta
membantu menjaga keutuhan negara.( Ilham Galih W.)

waaaah, menambah wawasan banget gan
BalasHapusvhjfhxjb kgunui uiuihumi hhuii
BalasHapuswah bagus bro..
BalasHapus