Senin, 24 Februari 2014

puisi Rapuh



Rapuh

hanya fotomu yang bisa ku pandangi
tuksekedar menghibur diri,rindu yang tertahan
pecah oleh air mata kesedian,,tuhan katakanlah padanya
saat ini ku butuh dia, walau hanya sekejap saja
izinkanlah aku bisa melihatnya

kasih aku butuh kamu
memeluk penuh rindu
ingin di dekatmu,genggam tanganku
dengan kasihmu

obat ini terasa tak berguna
saat hidupku tanpa cintanya
ku hanya minta hari ini saja
agar aku bisa kembali tegar menghadapi dunia
(Novisal Bahar)


Tanpa judul
Pohon takkan rimbun bila tak ber daun
hatiku radup bila engkau tiada disisiku
lihatlah aku dimanapun kamu berada
 saat jarak memisahkan kita

tak masalah bila ragaku tiada di sampingmu
akan kupastian hatiku bersamamu
tak ingin ku berada di kesendirianku
 temani aku disetiap langkah kuberjalan

biarlah air mengalir di sela-sela yang hampa
dan isilah kebahagiaanmu dan menunggu
(Novisal Bahar)







Tanpa judul

Pohon takkan rimbun bila tak ber daun
hatiku radup bila engkau tiada disisiku
lihatlah aku dimanapun kamu berada
 saat jarak memisahkan kita

tak masalah bila ragaku tiada di sampingmu
akan kupastian hatiku bersamamu
tak ingin ku berada di kesendirianku
 temani aku disetiap langkah kuberjalan

biarlah air mengalir di sela-sela yang hampa
dan isilah kebahagiaanmu dan menunggu
(Novisal Bahar)


















Kata Hatiku

entah apa yang kurasa semua begitu menyesakkan dada
 rasa yang tertanam kini terkoyak tak berdaya
 semuanya kini porak poranda, pecah berkeping – keeping
kau yang mrmbuatku seperti ini,ya(,)kamulah sang cinta…

cinta janganlah engkau meninggalkan aku
tanpa cinta hidup teraa hampa
cintalah yang sudah member warna dalam hatiku
namun cinta tak bisa dimiliki sepenuhnya

aku kira cinta indah da mempesona
tetapi itu semua tidak kusangaka
 cinta juga membawa bencana
di setiap orang yang mempunyai cinta
oh sekarang ku telah terluka oleh cintamu yang begitu dalam aku rasa
sekarang aku takut tuk membuka hatiku untukmudan orang lain

 karana cinta ku bisa gila dan menderita
cintamu membekas di hatiku
begitulah cinta(,)cinta itu seperti pelangi
selal memberi warna dalam hidup ini

so, jangan sesali jika cinta itu pergi dengan sendirinya
(Novisal Bahar)


Cinta diatas luka

cerita cinta ini telah ku ukir begitu indah
namun mengapa kau dustakan
tidakkah kau mengerti dan memahami
aku yang selalu mencintaimu

disni ku mencinta
 cinta di atas luka
isak tangis
melengkapi derita

aku yang sangat mencinta, menyayangi dirimu
tak sedikitpun engkau mengerti?
tapi sungguh engkau tak pernah mengerti
luka hatiku akan egomu

uraian air mata seakan memilu
 karena tak sanggupterus begini
 akan tetapi ku masih mencintaimu
namun cinta ini hanya cinta di atas luka
(Novisal Bahar)