Kamis, 20 Februari 2014

Puisi Kapan Lagi



Kapan lagi

Ku tulis sebuah lagu indah
Hanya untuk engkau yang ku cinta
Di saat aku mulai lelah
Temani aku tak selamanya

Ku tau, kau tak mencintaiku
Maka genggam erat hatiku
Di saat aku mulai rapuh
Izin kan bersandar di pundakmu

Yakinlah, dam tanyakan dunia
Kau akan nyaman disampingku
Dan cobalah tetap menunggu
Kunantikan engkau di surgku

Disaat ingin menyerangku
Jadilh kau selimut tidurku
Dan tersimpan pesan untukmu
Temani aku hingga menutup mataku
(Novisal Bahar)

Puisi Musang berbulu domba



Musang berbulu domba

Uhh……tak kusangka
Indah katamu berbuah duka
Manis senyummu
Pedang bermata dua tega!!!

Kepercayaan yang ku tanam
Kehancuran yang ku dapatkan
Begitu tulusnya perhatian
Kau menusukku dari belakang

Sebut saja semua salahku
Katakana saja apa inginmu
Biarpun ku hina di matamu
Biarlah hanya tuhan yang menilaiku

Biarlah ku lapang hati
Atas semua sikapmu hari ini
Allah  SWT maha mengetahui
Atas apa yang terjadi di hari ini
(Novisal Bahar)






Puisi Kehampaan



Kehampaan

Bulan tak lagi memberikan kebahagiaan
Bintang tak lagi memberikan keceriaan
Malam tak lagi mampu menyejukkan
Gelap tak lagi mampu memberikan kedamaian

Hanya ada hampa
Jiwa kosong tak bernyawa
Mencari satu titik cahaya
Berharap membawaku kembali dalam tawa

Kepiluan hati
Termenung ku sendiri
Menelusuri lorong-lorong sepi
Mencari sisa-sisa sepi

Sirna senyummu
Terbang bersama angin lalu
Melayang diantara mega sendu
Hilang bersama hancurnya hatiku
(Novisal Bahar)

puisi rindu ini



Rindu ini 

Ingin ku tegar dihadapannya
Tersenyum di depannya
Namun aku tak kuasa
Rindu ini begitu menyiksa

Biarlah hujan yang tahu
Derita hati di malam minggu
Jauh dari kekasihku
Terpisah jarak dan waktu

Cukup aku sendiri tak
ingin kau mengerti
jika pedi dalam sepi
melemahkan semua semangat hati
mematikan seliruh ketegaran dalam hati
(Novisal Bahar)

Rabu, 19 Februari 2014

KESENIAN TRADISI DAN GENERASI MUDA SAAT INI









KESENIAN TRADISI DAN GENERASI MUDA SAAT INI

Dewasa ini kesenian tradisional kurang mendapatkan hati dikalangan penikmat, terlebih-lebih penikmat muda. Mengapa demikian? Banyak alasan yang dikemukakan terhadap masalah itu. Jika diuraikan secara rinci, hal-hal tersebut disebabkan: (1) kesenian tradisional tidak sesuai dengan dinamika anak muda, (2) bentuk kesenian tradisional sangat statis dan (3) kesenian tradisional tidak mampu menjawab persoalan manusia modern. Hal tersebut diatas cukup memprihatinkan, mengingat bahwa kesenian tradisi merupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan identitas negara Indonesia yang kaya akan ragam seni dan budaya. Jika dilihat dari berbagai sudut pandang, kesenian tradisi membawa nilai edukatif dan berdampak banyak pada sisi karakter orang Indonesia yang terkenal akan keramahan dan menjunjung tinggi nilai etika/tata krama. Contohnya saja pada beberapa kesenian manganan atau sedekah bumi yang biasa juga diselingi dengan tari-tarian lokal atau wayangan semalam suntuk. Di dalam upacara sedekah bumi terdapat nilai-nilai positif seperti, senantiasa mendekatkan diri dan mengingat Yang Maha Kuasa, menjaga dan melestarikan alam sebagai wujud syukur akan hasil panen dan  hasil bumi lainya, nilai sosialisasi antar sesama dan saling menghargai. Dengan mencintai dan melestarikan kesenian tradisi, hal ini secara tidak langsung telah menanamkan beberapa nilai baik tadi pada tiap karakter individu.
            Sayangnya, generasi muda saat ini hanya sedikit yang berminat untuk melestarikan kesenian-kesenian tradisi, bahkan berkesan menjauhinya dan malu walaupun sekedar melihat pertunjukan atau kesenian tradisi. Enggannya generasi muda untuk melestarikan kesenian tradisi banyak memberikan dampak. Seperti mulai menurunya identitas bangsa karena para generasi muda lebih bangga dengan kebudayaan asing dan produk-produk dari luar negeri. Menurunya rasa kesatuan dan persatuan. Menurunya moralitas dan etika, didalam kesenian tradisi mengandung hal-hal yang banyak menyangkut dan menjunjung etika dan tata krama serta masih banyak lagi dampak lainya.
            Dari uraian alasan mengapa kesenian tradisi kurang diminati, sebenarnya para seniman, tokoh, dan pemerintah telah mengupayakan agar generasi muda tidak melupakan kesenian tradisi. Seperti mengontemporerkan antara kesenian tradisi dan modern dengan lebih menonjolkan tradisi, banyak mensosialisasikan dan menampilkan kesenian-kesenian tradisi di setiap acara, baik di situasi formal maupun hiburan masyarakat, serta masih banyak lagi hal yang diupayakan agar kesenian tradisi tidak tergerus oleh zaman. Akan tetapi, sebesar apapun usaha pemerintah dan para seniman untuk menggiatkan kesenian tradisi bila hanya berjalan searah dan tidak diimbangi oleh kesadaran, niat dan kesungguhan dari para generasi muda, tentunya akan berjalan sia-sia, sehingga kekayaan seni dan budaya Indonesia yang amat luar biasa ini bukan tidak mungkin akan hilang ditelan zaman. Jadi, sudah saatnya untuk para generasi muda sebagai generasi penerus untuk berperan aktif dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisi dengan disesuaikan perkambangan zaman. Sehingga aset terpenting dan jati diri bangsa Indonesia ini akan tetap ada dan berkembang sebagai kesenian dan kepribadian bangsa yang adiluhung dan abadi.( Ilham Galih W.)