Jumat, 21 Februari 2014
Kamis, 20 Februari 2014
Puisi Kapan Lagi
Kapan lagi
Ku tulis sebuah
lagu indah
Hanya untuk
engkau yang ku cinta
Di saat aku
mulai lelah
Temani aku tak
selamanya
Ku tau, kau tak
mencintaiku
Maka genggam
erat hatiku
Di saat aku
mulai rapuh
Izin kan bersandar
di pundakmu
Yakinlah, dam
tanyakan dunia
Kau akan nyaman
disampingku
Dan cobalah
tetap menunggu
Kunantikan
engkau di surgku
Disaat ingin
menyerangku
Jadilh kau
selimut tidurku
Dan tersimpan
pesan untukmu
Temani aku
hingga menutup mataku
(Novisal Bahar)
Puisi Musang berbulu domba
Musang berbulu domba
Uhh……tak
kusangka
Indah katamu
berbuah duka
Manis senyummu
Pedang bermata
dua tega!!!
Kepercayaan yang
ku tanam
Kehancuran yang
ku dapatkan
Begitu tulusnya
perhatian
Kau menusukku
dari belakang
Sebut saja semua
salahku
Katakana saja
apa inginmu
Biarpun ku hina
di matamu
Biarlah hanya
tuhan yang menilaiku
Biarlah ku
lapang hati
Atas semua
sikapmu hari ini
Allah SWT maha mengetahui
Atas apa yang terjadi
di hari ini
(Novisal Bahar)
Puisi Kehampaan
Kehampaan
Bulan tak lagi
memberikan kebahagiaan
Bintang tak lagi
memberikan keceriaan
Malam tak lagi
mampu menyejukkan
Gelap tak lagi
mampu memberikan kedamaian
Hanya ada hampa
Jiwa kosong tak
bernyawa
Mencari satu
titik cahaya
Berharap
membawaku kembali dalam tawa
Kepiluan hati
Termenung ku
sendiri
Menelusuri
lorong-lorong sepi
Mencari
sisa-sisa sepi
Sirna senyummu
Terbang bersama
angin lalu
Melayang
diantara mega sendu
Hilang bersama
hancurnya hatiku
(Novisal Bahar)
puisi rindu ini
Rindu ini
Ingin ku tegar
dihadapannya
Tersenyum di
depannya
Namun aku tak
kuasa
Rindu ini begitu
menyiksa
Biarlah hujan
yang tahu
Derita hati di
malam minggu
Jauh dari
kekasihku
Terpisah jarak
dan waktu
Cukup aku
sendiri tak
ingin kau
mengerti
jika pedi dalam
sepi
melemahkan semua
semangat hati
mematikan
seliruh ketegaran dalam hati
(Novisal Bahar)
Rabu, 19 Februari 2014
KESENIAN TRADISI DAN GENERASI MUDA SAAT INI
KESENIAN TRADISI DAN
GENERASI MUDA SAAT INI
Dewasa ini kesenian tradisional kurang mendapatkan
hati dikalangan penikmat, terlebih-lebih penikmat muda. Mengapa demikian?
Banyak alasan yang dikemukakan terhadap masalah itu. Jika diuraikan secara
rinci, hal-hal tersebut disebabkan: (1) kesenian tradisional tidak sesuai
dengan dinamika anak muda, (2) bentuk kesenian tradisional sangat statis dan
(3) kesenian tradisional tidak mampu menjawab persoalan manusia modern. Hal
tersebut diatas cukup memprihatinkan, mengingat bahwa kesenian tradisi
merupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan identitas negara Indonesia yang
kaya akan ragam seni dan budaya. Jika dilihat dari berbagai sudut pandang,
kesenian tradisi membawa nilai edukatif dan berdampak banyak pada sisi karakter
orang Indonesia yang terkenal akan keramahan dan menjunjung tinggi nilai
etika/tata krama. Contohnya saja pada beberapa kesenian manganan atau sedekah
bumi yang biasa juga diselingi dengan tari-tarian lokal atau wayangan semalam
suntuk. Di dalam upacara sedekah bumi terdapat nilai-nilai positif seperti, senantiasa
mendekatkan diri dan mengingat Yang Maha Kuasa, menjaga dan melestarikan alam
sebagai wujud syukur akan hasil panen dan
hasil bumi lainya, nilai sosialisasi antar sesama dan saling menghargai.
Dengan mencintai dan melestarikan kesenian tradisi, hal ini secara tidak
langsung telah menanamkan beberapa nilai baik tadi pada tiap karakter individu.
Sayangnya, generasi muda saat ini
hanya sedikit yang berminat untuk melestarikan kesenian-kesenian tradisi,
bahkan berkesan menjauhinya dan malu walaupun sekedar melihat pertunjukan atau
kesenian tradisi. Enggannya generasi muda untuk melestarikan kesenian tradisi
banyak memberikan dampak. Seperti mulai menurunya identitas bangsa karena para
generasi muda lebih bangga dengan kebudayaan asing dan produk-produk dari luar
negeri. Menurunya rasa kesatuan dan persatuan. Menurunya moralitas dan etika,
didalam kesenian tradisi mengandung hal-hal yang banyak menyangkut dan
menjunjung etika dan tata krama serta masih banyak lagi dampak lainya.
Dari
uraian alasan mengapa kesenian tradisi kurang diminati, sebenarnya para
seniman, tokoh, dan pemerintah telah mengupayakan agar generasi muda tidak
melupakan kesenian tradisi. Seperti mengontemporerkan antara kesenian tradisi
dan modern dengan lebih menonjolkan tradisi, banyak mensosialisasikan dan
menampilkan kesenian-kesenian tradisi di setiap acara, baik di situasi formal
maupun hiburan masyarakat, serta masih banyak lagi hal yang diupayakan agar
kesenian tradisi tidak tergerus oleh zaman. Akan tetapi, sebesar apapun usaha
pemerintah dan para seniman untuk menggiatkan kesenian tradisi bila hanya
berjalan searah dan tidak diimbangi oleh kesadaran, niat dan kesungguhan dari
para generasi muda, tentunya akan berjalan sia-sia, sehingga kekayaan seni dan
budaya Indonesia yang amat luar biasa ini bukan tidak mungkin akan hilang
ditelan zaman. Jadi, sudah saatnya untuk para generasi muda sebagai generasi
penerus untuk berperan aktif dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan
kesenian tradisi dengan disesuaikan perkambangan zaman. Sehingga aset
terpenting dan jati diri bangsa Indonesia ini akan tetap ada dan berkembang
sebagai kesenian dan kepribadian bangsa yang adiluhung dan abadi.( Ilham
Galih W.)
Langganan:
Postingan (Atom)
